Nutrisi Madu dan Manfaatnya
Sehat Dengan Obat Dan Sedekah
Dunia ilmiah modern membuktikan kebenaran khasiat pengobatan cara Nabi SAW. Diantaranya Prof. Dr. Hildebert (Jerman),Dr. Stanley Kopok (USA), Dr. Aris yang (Malaysia) dan banyak lagi ilmuan lainnya.Dan untuk anda, Nurul Hayat menghadirkan obat, suplemen, dan minuman alami ala Nabi dalam rangka berkontribusi memasyarakatkan Thibbun Nabawi (pengobatan cara Nabi). Dengan racikan bahan dasar yang direkomendasikan Rasulullah, antara lain Madu, Habbatussauda (Jinten Hitam) dan Zaitun serta diperkaya herbal berkhasiat lainnya Insya Allah ampuh menghilangkan penyakit anda.
1. Madu sebagai obat adalah pemberitahuan langsung dari Pencipta Manusia, Allah SWT. Firman-Nya dalam Al-Qur’an, “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (QS. An-Nahl:69). Madu yaitu cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga.
2. Habbatussauda/Jinten Hitam adalah resep Nabi Muhammad SAW untuk obat segala macam penyakit. “Gunakanlah habbatussauda karena sesungguhnya karena sesungguhnya di dalamnya terdapat obat bagi semua penyakit, kecuali kematian.” (HR. Bukhari dan Muslim). Habbatussauda/Jinten Hitam yaitu sejenis tumbuhan yang banyak terdapat di kawasan Mediterranea dan di kawasan yang beriklim gurun. Nama biologinya adalah Nigella Sativa, di Eropa ia dikenal sebagai “black seed” atau “black cumin”, di Malaysia dan Indonesia dikenal sebagai “jintan hitam”, di Mesir, ia lebih dikenal sebagai “Habbah Barakah” (karena kemampuannya mengobati berbagai jenis penyakit).
3. Zaitun adalah resep dari Muhammad SAW, “Makanlah zaitun dan minyaki rambutmu dengan minyak zaitun, karena minyak zaitun dibuat dari pohon-pohon yang diberkati.” Zaitun yaitu pohon kecil tahunan dan hijau abadi, yang buah mudanya dapat dimakan mentah ataupun sesudah diawetkan sebagai penyegar. Buahnya yang tua diperas dan minyaknya diekstrak menjadi minyak zaitun yang dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan. Zaitun adalah anggota suku Oleaceae.
-Alamat: Perum IKIP Gunung Anyar B – 48 Surabaya
-No. Whats App: 0821 3111 1277
-No.Telp: 031-878 3344
Dunia ilmiah modern membuktikan kebenaran khasiat pengobatan cara Nabi SAW. Diantaranya Prof. Dr. Hildebert (Jerman),Dr. Stanley Kopok (USA), Dr. Aris yang (Malaysia) dan banyak lagi ilmuan lainnya.Dan untuk anda, Nurul Hayat menghadirkan obat, suplemen, dan minuman alami ala Nabi dalam rangka berkontribusi memasyarakatkan Thibbun Nabawi (pengobatan cara Nabi). Dengan racikan bahan dasar yang direkomendasikan Rasulullah, antara lain Madu, Habbatussauda (Jinten Hitam) dan Zaitun serta diperkaya herbal berkhasiat lainnya Insya Allah ampuh menghilangkan penyakit anda.
1. Madu sebagai obat adalah pemberitahuan langsung dari Pencipta Manusia, Allah SWT. Firman-Nya dalam Al-Qur’an, “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (QS. An-Nahl:69). Madu yaitu cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga.
2. Habbatussauda/Jinten Hitam adalah resep Nabi Muhammad SAW untuk obat segala macam penyakit. “Gunakanlah habbatussauda karena sesungguhnya karena sesungguhnya di dalamnya terdapat obat bagi semua penyakit, kecuali kematian.” (HR. Bukhari dan Muslim). Habbatussauda/Jinten Hitam yaitu sejenis tumbuhan yang banyak terdapat di kawasan Mediterranea dan di kawasan yang beriklim gurun. Nama biologinya adalah Nigella Sativa, di Eropa ia dikenal sebagai “black seed” atau “black cumin”, di Malaysia dan Indonesia dikenal sebagai “jintan hitam”, di Mesir, ia lebih dikenal sebagai “Habbah Barakah” (karena kemampuannya mengobati berbagai jenis penyakit).
3. Zaitun adalah resep dari Muhammad SAW, “Makanlah zaitun dan minyaki rambutmu dengan minyak zaitun, karena minyak zaitun dibuat dari pohon-pohon yang diberkati.” Zaitun yaitu pohon kecil tahunan dan hijau abadi, yang buah mudanya dapat dimakan mentah ataupun sesudah diawetkan sebagai penyegar. Buahnya yang tua diperas dan minyaknya diekstrak menjadi minyak zaitun yang dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan. Zaitun adalah anggota suku Oleaceae.
-Alamat: Perum IKIP Gunung Anyar B – 48 Surabaya
-No. Whats App: 0821 3111 1277
-No.Telp: 031-878 3344

Komentar
Posting Komentar